
-
By
Admin - In ISO 9001
Sertifikasi ISO 9001 menjadi bukti bahwa sebuah perusahaan telah memenuhi persyaratan standar yang ketat terkait peningkatan mutu. Untuk meraih sertifikasi ISO 9001, diperlukan beberapa tahapan. Namun, dalam proses untuk meraih sertifikasi ISO 9001, perusahaan mengalami kendala-kendala yang menjadi penyebab gagal sertifikasi ISO 9001.
Faktor Penyebab Perusahaan Gagal Mendapatkan Sertifikasi ISO 9001
Setiap tahunnya, iklim persaingan bisnis di Indonesia semakin marak. Berdasarkan hasil IPU (Indeks Persaingan Usaha) 2025 yang dilansir oleh Detik, tingkat persaingan usaha nasional mencatat skor 5,01 pada skala 1-7. Hasil ini meningkat dibandingkan tahun lalu yang berada di level 4,95 sekaligus memperpanjang penguatan persaingan usaha sejak 2021 pasca pandemi. Pencapaian tersebut menandakan terjadinya perbaikan yang terstruktur serta dinamika pasar yang membaik di berbagai sektor ekonomi.
Baca juga: Best Practice Pengelolaan Dokumen dan Catatan pada Sistem Manajemen 9001
Dengan meningkatnya persaingan bisnis di Indonesia, perusahaan memerlukan langkah yang konkrit agar dapat mempunyai daya saing di tengah persaingan pasar yang ketat. Salah satunya langkah yang tepat yaitu dengan memiliki sertifikasi ISO 9001. Sertifikasi ISO 9001 merupakan Sistem Manajemen Mutu (SMM) yang berfokus pada peningkatan kualitas produk dan layanan, pengelolaan risiko, hingga meningkatkan perbaikan berkelanjutan dengan mengedepankan kepuasan pelanggan. Tidak hanya sebagai bukti kompetensi, sertifikasi ISO 9001 juga dapat menjadi pembeda antara perusahaan yang menerapkan standar ISO 9001 dengan perusahaan yang tidak memiliki sertifikasi ISO 9001.
Bagi perusahaan yang berkomitmen dalam penerapan ISO 9001, seringkali ‘terpeleset’ sehingga menyebabkan perusahaannya gagal meraih sertifikasi. Berikut beberapa faktor yang menjadi penyebab perusahaan gagal mendapatkan sertifikasi ISO 9001:
1. Rasa Siap yang Tidak sesuai Standar Audit
Ketika hendak dilakukan audit, perusahaan cenderung hanya memenuhi persyaratan dokumen, lalu merasa siap untuk diaudit. Sedangkan auditor tidak hanya memeriksa dokumen-dokumen seperti SOP, manual, instruksi kerja, dan sebagainya, tetapi auditor juga memeriksa apakah operasional perusahaan sesuai dengan dokumen-dokumen tersebut.
Sehingga saat auditor menanyakan karyawan terkait operasional kerja, jawabannya tidak sesuai dengan dokumen. Hal ini menyebabkan auditor menganggapnya sebagai ketidaksesuaian.
2. Menganggap Standar ISO sebagai Dokumen Formalitas
Penerapan standar ISO 9001 memerlukan komitmen yang panjang, oleh karena itu perlu diimplementasikan secara konsisten. Namun, kenyataannya banyak perusahaan masih menganggap standar ISO sebagai formalitas belaka, sehingga ketika audit, terjadi gap yang besar antara operasional perusahaan dengan dokumen ISO 9001.
3. Terburu-buru Ingin Meraih Sertifikasi ISO
Banyak alasan perusahaan ingin cepat-cepat meraih sertifikasi ISO, salah satunya yaitu tekanan klien atau ingin ikut tender. Tekanan waktu ini yang menyebabkan proses implementasi terkesan terburu-buru, sehingga baik sistem maupun karyawan perusahaan belum siap sepenuhnya.
Sebelum perusahaan hendak mengimplementasikan ISO 9001, ada baiknya perlu dipahami terlebih dahulu penyebab perusahaan-perusahaan gagal mendapatkan sertifikasi ISO 9001. Jika Anda ingin berkonsultasi terkait dengan ISO 9001, Anda menghubungi kami melalui kualitakonsultan.com. Kami tidak hanya memberikan rekomendasi terkait implementasi ISO 9001, tetapi juga memberikan pendampingan hingga organisasi Anda meraih sertifikasi ISO 9001. Segera konsultasikan dengan kami!