
-
By
Admin - In ISO 45001
Penyusunan HIRADC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control) merupakan salah satu aspek paling krusial sekaligus membingungkan dalam penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Di sisi lain, Klausul 6.1.2 ISO 45001 mewajibkan setiap organisasi untuk mengidentifikasi bahaya secara proaktif sebagai dasar dalam mencegah kecelakaan kerja dan mengendalikan risiko di tempat kerja. Memahami konsep HIRADC dan penerapannya menjadi langkah krusial bagi organisasi dalam mendukung kepatuhan sekaligus meningkatkan efektivitas sistem manajemen K3.
Baca juga: ISO 45001 dan Pentingnya K3: Lebih dari Sekedar Kepatuhan Regulasi di Tempat Kerja
Contents
- 1 Mengapa HIRADC Menjadi Jantung dari Sertifikasi ISO 45001?
- 2 3 Langkah Utama Menyusun HIRADC (Metodologi ISO 45001)
- 3 Contoh Tabel HIRADC Konkret (Sektor Manufaktur & Konstruksi)
- 4 Kesalahan Umum yang Sering Menjadi Temuan Auditor Saat Memeriksa HIRADC
- 5 Sulit Menentukan Skala Risiko? Ini Manfaat Pendampingan Konsultan K3
- 6 Hubungi Kami
Mengapa HIRADC Menjadi Jantung dari Sertifikasi ISO 45001?
HIRADC merupakan jantung dari ISO 45001 karena menjadi dasar dalam mengidentifikasi bahaya, menilai risiko, dan menentukan langkah pengendalian yang tepat di tempat kerja. Dokumen ini bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi acuan dalam penyusunan kebijakan K3, penyediaan APD, hingga investasi alat keselamatan.
Jika HIRADC disusun secara tidak tepat, auditor dapat menilai sistem manajemen K3 perusahaan tidak valid dan memberikan temuan mayor (major finding). Lebih buruk lagi, risiko yang tidak terpetakan dengan baik dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja atau insiden fatal di lapangan.
Baca juga: 3 Sertifikat ISO Konstruksi yang Wajib Dimiliki!
3 Langkah Utama Menyusun HIRADC (Metodologi ISO 45001)
Berikut ini beberapa langkah utama dalam menyusun HIRADC:
Identifikasi Bahaya (Hazard Identification)
Identifikasi bahaya adalah proses mengenali dan mendokumentasikan seluruh potensi bahaya yang terdapat di lingkungan kerja yang dapat menyebabkan cedera, penyakit akibat kerja, kerusakan aset, maupun gangguan operasional. Tahap ini mencakup peninjauan terhadap aktivitas kerja, penggunaan peralatan, bahan yang digunakan, serta kondisi lingkungan kerja untuk memastikan semua sumber bahaya dapat teridentifikasi secara menyeluruh.Penilaian Risiko (Risk Assessment)
Penilaian risiko merupakan proses mengevaluasi tingkat risiko dari setiap bahaya yang telah diidentifikasi dengan mempertimbangkan kemungkinan terjadinya suatu kejadian dan tingkat keparahan dampaknya. Hasil penilaian ini digunakan untuk menentukan prioritas penanganan risiko sehingga perusahaan dapat fokus pada risiko yang memiliki potensi dampak paling besar terhadap keselamatan dan kesehatan kerja.

Penetapan Pengendalian (Determining Control)
Penetapan pengendalian adalah proses menentukan tindakan yang paling efektif untuk menghilangkan atau mengurangi risiko hingga mencapai tingkat yang dapat diterima. Pengendalian ditetapkan berdasarkan hasil penilaian risiko dan mengacu pada hirarki pengendalian, mulai dari eliminasi bahaya, substitusi, rekayasa teknik, pengendalian administratif, hingga penggunaan alat pelindung diri (APD). Tahap ini bertujuan memastikan risiko kerja dapat dikelola secara sistematis dan berkelanjutan.

Contoh Tabel HIRADC Konkret (Sektor Manufaktur & Konstruksi)
Berikut ini contoh HIRADC di sektor manufaktur dan konstruksi yang sering ditemui:

Kesalahan Umum yang Sering Menjadi Temuan Auditor Saat Memeriksa HIRADC
Berikut ini beberapa kesalahan yang sering menjadi temuan auditor saat memeriksa HIRADC:
Menuliskan “APD” sebagai satu-satunya solusi tanpa melewati jalur eliminasi
Auditor sering menemukan perusahaan yang menjadikan APD sebagai satu-satunya pengendalian risiko tanpa mempertimbangkan metode yang lebih efektif. Padahal, ISO 45001 mengharuskan pengendalian mengikuti hirarki pengendalian, mulai dari eliminasi bahaya hingga APD sebagai pilihan terakhir. Penggunaan APD saja dinilai kurang optimal karena hanya mengurangi dampak risiko, bukan menghilangkan sumber bahayanya.Tidak memperbarui HIRADC setelah ada perubahan atau insiden kerja
HIRADC harus ditinjau dan diperbarui secara berkala agar tetap sesuai dengan kondisi operasional terkini. Auditor sering menemukan HIRADC yang belum direvisi meskipun telah terjadi perubahan seperti penambahan mesin, perubahan proses kerja, penggunaan material baru, atau insiden dan near-miss. Akibatnya, potensi risiko baru dapat terlewat dan pengendalian yang ada menjadi kurang relevan. Karena itu, setiap perubahan signifikan dan hasil investigasi insiden perlu menjadi dasar untuk melakukan review serta pembaruan HIRADC.HIRADC disusun hanya oleh Admin HSE tanpa melibatkan pekerja lapangan
Auditor sering menemukan HIRADC yang disusun hanya oleh tim HSE tanpa melibatkan pekerja lapangan. Padahal, ISO 45001 mewajibkan partisipasi pekerja karena mereka paling memahami kondisi kerja dan potensi risiko di lapangan. Jika keterlibatan pekerja tidak dapat dibuktikan, HIRADC dapat dinilai belum memenuhi persyaratan standar.
Baca juga: Penerapan Siklus PDCA pada Sistem Manajemen K3 Perusahaan
Sulit Menentukan Skala Risiko? Ini Manfaat Pendampingan Konsultan K3
Berikut ini beberapa manfaat pendampingan konsultan K3:
Akurasi Penilaian Objektif
Konsultan K3 membantu perusahaan melakukan penilaian risiko secara lebih objektif berdasarkan metode dan standar yang berlaku. Dengan pengalaman yang dimiliki, konsultan dapat mengidentifikasi potensi bahaya serta menentukan tingkat risiko secara lebih akurat, sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan penilaian yang dapat berdampak pada efektivitas pengendalian risiko.Kustomisasi Sesuai Industri
Setiap industri memiliki karakteristik bahaya dan risiko yang berbeda. Konsultan K3 dapat menyesuaikan metode HIRADC, matriks risiko, serta rekomendasi pengendalian dengan kebutuhan spesifik sektor usaha, seperti manufaktur, konstruksi, energi, logistik, maupun jasa. Dengan demikian, hasil penilaian risiko menjadi lebih relevan dan sesuai dengan kondisi operasional perusahaan.Jaminan Lolos Audit
Pendampingan konsultan K3 membantu memastikan dokumen HIRADC disusun sesuai persyaratan ISO 45001 dan regulasi K3 yang berlaku. Selain membantu melengkapi dokumentasi, konsultan juga dapat mengidentifikasi potensi temuan auditor sejak awal sehingga perusahaan lebih siap menghadapi audit internal maupun eksternal dan meminimalkan risiko ketidaksesuaian (nonconformity).
Masih bingung menyusun HIRADC yang sesuai dengan persyaratan ISO 45001? Pastikan identifikasi bahaya, penilaian risiko, dan pengendalian yang Anda tetapkan dapat diterima auditor. Dapatkan pendampingan profesional Kualita Konsultan dalam penyusunan HIRADC yang lebih akurat, efektif, dan siap menghadapi audit sertifikasi.